Hi ... Apa kabar semua ? Sudah lama saya tidak menyapa sobat-sobat pemenang. Dalam renungan ini saya ingin membagikan berkat yang besar buat teman-teman semua. Kalian pasti sering mendengar tentang yang namanya "Grace/Kasih karunia". Yups di dalam Alkitab kata ini sering sekali muncul apalagi di dalam Perjanjian Baru, kita pasti sering menemukan yang namanya Grace. Tetapi yang menjadi permasalahan, apakah kita hidup di dalam "Grace" itu atau tidak ?
Grace adalah pemberian Allah yang diberikan secara cuma-cuma, ini bukan karena kebaikan yang kita lakukan, melainkan ini adalah wujud kasih yang Allah berikan di dalam Yesus Kristus. Jadi apa yang kita dapatkan di dalam Kasih karunia itu ? (Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, Efesus 2:8) ayat ini mengatakan bahwa kita beroleh "Keselamatan" di dalam Kristus Yesus melalui iman kita kepadaNya. Keselamatan yang Ia berikan secara cuma-cuma, ini bukanlah hasil jerih payah yang kita lakukan, melainkan pemberian Bapa melalui pengorbanan AnakNya yang tunggal Yesus. Di atas kayu salib, Yesus mati menjadi korban keselamatan. Ia memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.
Di dalam Kejadian Pasal yang ke 3, kita bisa melihat bagaimana Adam dan Hawa jatuh ke dalama dosa. Mereka menyerahkan diri mereka ke dalam kuasa si Jahat/Iblis. Mereka melanggar ketetapan yang Allah berikan kepada mereka untuk mereka taati. Dan kutuk menjamah kehidupan manusia dan menggiring manusia ke dalam kebinasaan.
Bapa di surga tidak bisa melihat anak-anakNya hidup dalam kekelaman dan kebinasan. Bapa sudah merancangkan jalur penebusan yang harus Yesus lakukan ketiika manusia jatuh kedalam dosa. Rencana itu sudah dirangcangkan jauh sebelum Yesus mati di atas kayu salib. Itulah Grace yang Tuhan siapakan untuk setiap orang percaya.
Jikalau kita merasa hidup kita saat ini tidak ada harapan dan tujuan, ingat ada kasih karunia yang Tuhan sediakan di dalam Yesus. Tidak ada jalan untuk kita bisa diselamatkan selain kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruslamat pribadi. Mari undang Dia masuk di dalam hati kita dan terimalah dengan iman kasih karunia yang Ia sudah kerjakan di atas kayu salib yaitu keselamatan. God bless you all
Sabtu, 06 Juli 2013
Kamis, 21 Maret 2013
Karunia-karunia Roh Kudus
KARUNIA-KARUNIA ROH
KUDUS
1. Karunia untuk berkata-kata dengan hikmat
Yunani 'LOGOS SOPHIA', perkataan "bijak", "arif". Dalam konteks 1 Korintus 12:8 berhubungan dengan kebijakan ilahi, kemampuan untuk mengatur hubungan seseorang dengan Allah berbeda dengan kata 'PHRONESIS', "pengertian" yaitu kemampuan mengenal, memahami, dan beradaptasi dengan seseorang.
'LOGOS SOPHIA' merupakan ucapan yang berhikmat melalui pekerjaan Roh Kudus. Inilah penerapan penyataan firman Allah atau hikmat Roh Kudus pada suatu keadaan atau masalah yang khusus (Kisah Para Rasul 6:10; 15:13-22). Akan tetapi, ini tidak sama dengan memiliki hikmat Allah untuk kehidupan sehari-hari. Hikmat itu dicapai dengan belajar yang rajin dan merenungkan jalan Allah dan firman-Nya, dan melalui doa (Yakobus 1:5-6).
2. Karunia untuk berkata-kata dengan pengetahuan
Yunani 'LOGOS GNOSEOS', perkataan "pengetahuan".
Kata 'GNOSEOS' adalah bentuk genitif (menyatakan sumber atau milik) dari kata 'GNOSIS', sedangkan kata'GNOSIS' adalah nomina berasal dari 'GINOSKO', "mengetahui", sehingga kata 'GNOSIS' diterjemahkan menjadi "pengetahuan" yaitu cabang pengetahuan tertentu bukan pengetahuan dalam arti luas.
Dalam konteks 1 Korintus 12:8, 'LOGOS GNOSEOS' berarti kecakapan membentangkan dan menerangkan secara teoritis prinsip-prinsip mendasar atau pengetahuan yang lebih dalam dari doktrin Kristen, barangkali dapat disamakan dengan ungkapan "kunci pengetahuan" menurut ayat di bawah ini:
* Lukas 11:52
"Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil 'kunci pengetahuan'; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi."
Ayat-ayat lain tentang "pengetahuan" yang berhubungan dengan [COLOR=BLUE]'LOGOS GNOSEOS', di antaranya:
* 1 Korintus 13:2
"Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh 'pengetahuan'; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna."
* 1 Korintus 13:8
"Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; 'pengetahuan' akan lenyap."
* 1 Korintus 14:6
"Jadi, saudara-saudara, jika aku datang kepadamu dan berkata-kata dengan bahasa roh, apakah gunanya itu bagimu, jika aku tidak menyampaikan kepadamu penyataan Allah atau 'pengetahuan' atau nubuat atau pengajaran?"
* 2 Korintus 8:7
"Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu, —- dalam iman, dalam perkataan, dalam 'pengetahuan', dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami —- demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini."
'GNOSIS', "pengetahuan" berbeda dengan 'SOPHIA', "hikmat". 'GNOSIS'
merujuk kepada pengetahuan itu sendiri, sedangkan 'SOPHIA' merujuk kepada kebijaksanaan yang diterapkan dalam tindakan. 'GNOSIS' menerapkan secara ringkas pengertian tentang kebenaran, sedangkan 'SOPHIA' menerangkan lebih rinci makna kebenaran dalam segala aspeknya.
3. Karunia iman
Yunani 'PISTIS', berasal dari verba 'PEITHO', "meyakinkan" (orang lain) termasuk pengertian "menghasut" (Matius 27:20), menaruh harapan, mengandalkan, menganggap benar, percaya. Kata ini punya makna yang cukup luas baik dari segi subyektif maupun obyektif namun secara umum bermakna kemampuan untuk percaya.
Dalam konteks 1 Korintus 12:9, 'PISTIS' merupakan salah satu "karunia" Roh Kudus, berbeda dengan iman sebagai penyerahan total atau iman yang menyelamatkan. Karunia "iman" ini adalah iman yang bekerja secara ajaib seperti "iman untuk memindahkan gunung".
4. Karunia untuk menyembuhkan
Yunani 'IAMA', berasal dari verba 'IAOMAI', "menyembuhkan".
Karunia-karunia ini diberikan kepada jemaat untuk memulihkan kesehatan jasmani dengan memakai sarana adikodrati (Matius 4:23-25; 10:1; Kisah Para Rasul 3:6-8; 4:30). Bentuk jamak ['KHARISMATA' (dalam perkataan "karunia-karunia") menunjukkan penyembuhan berbagai macam penyakit dan menganjurkan bahwa setiap tindakan penyembuhan merupakan suatu karunia yang khusus dari Allah.
Sekalipun karunia-karunia untuk menyembuhkan ini tidak dikaruniakan kepada setiap anggota tubuh dalam suatu cara yang istimewa (1 Korintus 12:11, 30), namun semua anggota boleh mendoakan orang sakit. Pada waktu ada iman, orang yang sakit itu akan disembuhkan. Kesembuhan dapat juga terjadi sebagai hasil dari ketaatan terhadap petunjuk-petunjuk dalam Yakobus 5:14-16.
Allah memberikan 'KHARISMATA', "karunia-karunia", dan bukan 'IAMATA', "kesembuhan-kesembuhan". 'IAMATA'dapat bermakna obat-obatan untuk menyembuhkan penyakit, sedangkan 'KHARISMATA'
adalah aneka ragam kemampuan untuk menyembuhkan aneka ragam penyakit, dengan atau tanpa obat.
5. Karunia untuk mengadakan mujizat
Yunani 'ENERGEMATA DUNAMEON', dari kata 'ENERGEMA', "pekerjaan"; Dan 'DUNAMIS', "mujizat". Kata'DUNAMIS' berasal dari verma 'DUNAMAI', "mampu". Semua kata yang dibentuk dari stem 'DUNA-' senantiasa berhubungan dengan kemampuan.
Ini merupakan perbuatan-perbuatan kuasa adikodrati yang dapat mengubah tatanan hukum alam yang normal.
6. Karunia untuk bernubuat
Yunani 'PROPHETEIA', "nubuat", dari kata 'PROPHETEUO', "bernubuat". Kata 'PROPHETEUO sendiri berasal dari kata 'PROPHETES', "nabi".
Kita harus membedakan di antara nubuat sebagai suatu penyataan sementara dari Roh (1 Korintus 12:10) dan nubuat sebagai suatu karunia pelayanan jemaat (Efesus 4:11). Sebagai suatu karunia pelayanan, nubuat hanya diberikan kepada beberapa orang percaya, yang kemudian harus berfungsi sebagai nabi di dalam jemaat. Sebagai penyataan rohani, nubuat itu sebenarnya tersedia bagi setiap orang Kristen yang dipenuhi Roh (Kisah Para Rasul 2:17-18).
Nubuat merupakan suatu karunia istimewa yang memungkinkan orang percaya untuk meneruskan perkataan atau penyingkapan secara langsung dari Allah di bawah dorongan Roh Kudus (1 Korintus 14:24-25, 29-31). Ini bukanlah penyampaian sebuah khotbah yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Nubuat dijalankan di bawah kehendak Allah dan bukan kehendak manusia. Perjanjian Baru tidak pernah menunjukkan bahwa jemaat secara aktif mencari penyataan atau petunjuk dari mereka yang mengaku sebagai nabi. Nubuat diberikan kepada jemaat hanya pada waktu Allah memprakarsai beritanya (1 Korintus 12:11; 2 Petrus 1:21).
7. Karunia untuk membedakan bermacam-macam roh
Yunani 'DIAKRISEIS PNEUMATON', "pembedaan roh-roh". Kata 'DIAKRISIS' berasal dari 'DIAKRINO', "membedakan", "memutuskan", "menghakimi". 'DIAKRISIS' adalah tindakan atau kuasa melihat perbedaan dengan jelas, bukan 'DIAGNOSIS', menganalisa berdasarkan pemikiran atau pengertian diri sendiri.
Karunia ini merupakan kemampuan khusus yang diberikan oleh Roh untuk membedakan dan menilai nubuat-nubuat secara tepat dan membedakan apakah ucapan itu berasal dari Roh Kudus atau bukan (1 Yohanes 4:1; 1 Korintus 14:29). Menjelang akhir zaman ini ketika guru palsu (Matius 24:5) dan pemutarbalikan Kekristenan yang alkitabiah akan berkembang secara pesat (1 Timotius 4:1), maka karunia ini akan menjadi sangat penting bagi jemaat.
8. Karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh
Yunani 'GENOS GLOSSA' ('GENOS' = jenis; 'GLOSSA' = lidah), sering menggunakan istilah 'GLOSSOLALIA' dari'GLOSSA' dan 'LALEO', "berbicara".
Berhubungan dengan "bahasa roh" atau "karunia lidah" sebagai suatu penyataan adikodrati dari Roh Kudus. Bahasa roh itu boleh jadi suatu bahasa yang ada di bumi (Kisah Para Rasul 2:4-6) atau suatu bahasa yang tidak dikenal di bumi (1 Korintus 13:1; 14:1-40). Bahasa semacam itu tidak pernah dipelajari dan sering kali tidak dapat dipahami baik oleh pembicara (1 Korintus 14:14) maupun oleh para pendengar (1 Korintus 14:16).
Agar dapat menilai apakah bahasa roh itu sejati, yaitu sungguh-sungguh dari Roh Kudus, harus ditemukan apa yang diajarkan Alkitab. Apabila seseorang yang mengatakan bahwa ia berbicara dalam bahasa roh tetapi tidak mengabdikan diri kepada Yesus Kristus dan kekuasaan Alkitab, dan tidak berusaha menaati firman Allah, maka penyataan orang itu tidaklah dari Roh Kudus.
9. Karunia untuk menafsirkan bahasa roh
Yunani 'HERMENEIA', dari 'HERMENEUO', "menjelaskan dengan kata-kata", "menerjemahkan apa yang dikatakan atau yang ditulis dalam bahasa asing ke dalam bahasa sendiri yang dimengerti". Kata 'HERMENEUO' sendiri berasal dari kata 'HERMES', "dewa bahasa" bangsa Yunani.
Karunia ini merupakan kemampuan yang diberikan oleh Roh untuk mengerti dan menyampaikan makna suatu ucapan yang diucapkan dalam bahasa roh. Ketika bahasa roh ini ditafsirkan bagi jemaat, maka fungsinya adalah sebagai petunjuk untuk penyembahan dan doa ataupun sebagai nubuat. Perhimpunan orang percaya kemudian dapat ikut serta
dalam penyataan yang diilhamkan oleh Roh ini. Demikianlah, bahasa roh yang ditafsirkan dapat menjadi suatu sarana membangun jemaat sementara segenap perhimpunan itu menanggapi ucapan tersebut (1 Korintus 14:6,13). Karunia ini bisa diberikan kepada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh atau kepada seorang lain. Mereka yang berkata-kata dengan bahasa roh harus berdoa juga untuk memperoleh karunia menafsirkan bahasa roh (1 Korintus 14:13).
Yunani 'LOGOS SOPHIA', perkataan "bijak", "arif". Dalam konteks 1 Korintus 12:8 berhubungan dengan kebijakan ilahi, kemampuan untuk mengatur hubungan seseorang dengan Allah berbeda dengan kata 'PHRONESIS', "pengertian" yaitu kemampuan mengenal, memahami, dan beradaptasi dengan seseorang.
'LOGOS SOPHIA' merupakan ucapan yang berhikmat melalui pekerjaan Roh Kudus. Inilah penerapan penyataan firman Allah atau hikmat Roh Kudus pada suatu keadaan atau masalah yang khusus (Kisah Para Rasul 6:10; 15:13-22). Akan tetapi, ini tidak sama dengan memiliki hikmat Allah untuk kehidupan sehari-hari. Hikmat itu dicapai dengan belajar yang rajin dan merenungkan jalan Allah dan firman-Nya, dan melalui doa (Yakobus 1:5-6).
2. Karunia untuk berkata-kata dengan pengetahuan
Yunani 'LOGOS GNOSEOS', perkataan "pengetahuan".
Kata 'GNOSEOS' adalah bentuk genitif (menyatakan sumber atau milik) dari kata 'GNOSIS', sedangkan kata'GNOSIS' adalah nomina berasal dari 'GINOSKO', "mengetahui", sehingga kata 'GNOSIS' diterjemahkan menjadi "pengetahuan" yaitu cabang pengetahuan tertentu bukan pengetahuan dalam arti luas.
Dalam konteks 1 Korintus 12:8, 'LOGOS GNOSEOS' berarti kecakapan membentangkan dan menerangkan secara teoritis prinsip-prinsip mendasar atau pengetahuan yang lebih dalam dari doktrin Kristen, barangkali dapat disamakan dengan ungkapan "kunci pengetahuan" menurut ayat di bawah ini:
* Lukas 11:52
"Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil 'kunci pengetahuan'; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi."
Ayat-ayat lain tentang "pengetahuan" yang berhubungan dengan [COLOR=BLUE]'LOGOS GNOSEOS', di antaranya:
* 1 Korintus 13:2
"Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh 'pengetahuan'; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna."
* 1 Korintus 13:8
"Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; 'pengetahuan' akan lenyap."
* 1 Korintus 14:6
"Jadi, saudara-saudara, jika aku datang kepadamu dan berkata-kata dengan bahasa roh, apakah gunanya itu bagimu, jika aku tidak menyampaikan kepadamu penyataan Allah atau 'pengetahuan' atau nubuat atau pengajaran?"
* 2 Korintus 8:7
"Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu, —- dalam iman, dalam perkataan, dalam 'pengetahuan', dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami —- demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini."
'GNOSIS', "pengetahuan" berbeda dengan 'SOPHIA', "hikmat". 'GNOSIS'
merujuk kepada pengetahuan itu sendiri, sedangkan 'SOPHIA' merujuk kepada kebijaksanaan yang diterapkan dalam tindakan. 'GNOSIS' menerapkan secara ringkas pengertian tentang kebenaran, sedangkan 'SOPHIA' menerangkan lebih rinci makna kebenaran dalam segala aspeknya.
3. Karunia iman
Yunani 'PISTIS', berasal dari verba 'PEITHO', "meyakinkan" (orang lain) termasuk pengertian "menghasut" (Matius 27:20), menaruh harapan, mengandalkan, menganggap benar, percaya. Kata ini punya makna yang cukup luas baik dari segi subyektif maupun obyektif namun secara umum bermakna kemampuan untuk percaya.
Dalam konteks 1 Korintus 12:9, 'PISTIS' merupakan salah satu "karunia" Roh Kudus, berbeda dengan iman sebagai penyerahan total atau iman yang menyelamatkan. Karunia "iman" ini adalah iman yang bekerja secara ajaib seperti "iman untuk memindahkan gunung".
4. Karunia untuk menyembuhkan
Yunani 'IAMA', berasal dari verba 'IAOMAI', "menyembuhkan".
Karunia-karunia ini diberikan kepada jemaat untuk memulihkan kesehatan jasmani dengan memakai sarana adikodrati (Matius 4:23-25; 10:1; Kisah Para Rasul 3:6-8; 4:30). Bentuk jamak ['KHARISMATA' (dalam perkataan "karunia-karunia") menunjukkan penyembuhan berbagai macam penyakit dan menganjurkan bahwa setiap tindakan penyembuhan merupakan suatu karunia yang khusus dari Allah.
Sekalipun karunia-karunia untuk menyembuhkan ini tidak dikaruniakan kepada setiap anggota tubuh dalam suatu cara yang istimewa (1 Korintus 12:11, 30), namun semua anggota boleh mendoakan orang sakit. Pada waktu ada iman, orang yang sakit itu akan disembuhkan. Kesembuhan dapat juga terjadi sebagai hasil dari ketaatan terhadap petunjuk-petunjuk dalam Yakobus 5:14-16.
Allah memberikan 'KHARISMATA', "karunia-karunia", dan bukan 'IAMATA', "kesembuhan-kesembuhan". 'IAMATA'dapat bermakna obat-obatan untuk menyembuhkan penyakit, sedangkan 'KHARISMATA'
adalah aneka ragam kemampuan untuk menyembuhkan aneka ragam penyakit, dengan atau tanpa obat.
5. Karunia untuk mengadakan mujizat
Yunani 'ENERGEMATA DUNAMEON', dari kata 'ENERGEMA', "pekerjaan"; Dan 'DUNAMIS', "mujizat". Kata'DUNAMIS' berasal dari verma 'DUNAMAI', "mampu". Semua kata yang dibentuk dari stem 'DUNA-' senantiasa berhubungan dengan kemampuan.
Ini merupakan perbuatan-perbuatan kuasa adikodrati yang dapat mengubah tatanan hukum alam yang normal.
6. Karunia untuk bernubuat
Yunani 'PROPHETEIA', "nubuat", dari kata 'PROPHETEUO', "bernubuat". Kata 'PROPHETEUO sendiri berasal dari kata 'PROPHETES', "nabi".
Kita harus membedakan di antara nubuat sebagai suatu penyataan sementara dari Roh (1 Korintus 12:10) dan nubuat sebagai suatu karunia pelayanan jemaat (Efesus 4:11). Sebagai suatu karunia pelayanan, nubuat hanya diberikan kepada beberapa orang percaya, yang kemudian harus berfungsi sebagai nabi di dalam jemaat. Sebagai penyataan rohani, nubuat itu sebenarnya tersedia bagi setiap orang Kristen yang dipenuhi Roh (Kisah Para Rasul 2:17-18).
Nubuat merupakan suatu karunia istimewa yang memungkinkan orang percaya untuk meneruskan perkataan atau penyingkapan secara langsung dari Allah di bawah dorongan Roh Kudus (1 Korintus 14:24-25, 29-31). Ini bukanlah penyampaian sebuah khotbah yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Nubuat dijalankan di bawah kehendak Allah dan bukan kehendak manusia. Perjanjian Baru tidak pernah menunjukkan bahwa jemaat secara aktif mencari penyataan atau petunjuk dari mereka yang mengaku sebagai nabi. Nubuat diberikan kepada jemaat hanya pada waktu Allah memprakarsai beritanya (1 Korintus 12:11; 2 Petrus 1:21).
7. Karunia untuk membedakan bermacam-macam roh
Yunani 'DIAKRISEIS PNEUMATON', "pembedaan roh-roh". Kata 'DIAKRISIS' berasal dari 'DIAKRINO', "membedakan", "memutuskan", "menghakimi". 'DIAKRISIS' adalah tindakan atau kuasa melihat perbedaan dengan jelas, bukan 'DIAGNOSIS', menganalisa berdasarkan pemikiran atau pengertian diri sendiri.
Karunia ini merupakan kemampuan khusus yang diberikan oleh Roh untuk membedakan dan menilai nubuat-nubuat secara tepat dan membedakan apakah ucapan itu berasal dari Roh Kudus atau bukan (1 Yohanes 4:1; 1 Korintus 14:29). Menjelang akhir zaman ini ketika guru palsu (Matius 24:5) dan pemutarbalikan Kekristenan yang alkitabiah akan berkembang secara pesat (1 Timotius 4:1), maka karunia ini akan menjadi sangat penting bagi jemaat.
8. Karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh
Yunani 'GENOS GLOSSA' ('GENOS' = jenis; 'GLOSSA' = lidah), sering menggunakan istilah 'GLOSSOLALIA' dari'GLOSSA' dan 'LALEO', "berbicara".
Berhubungan dengan "bahasa roh" atau "karunia lidah" sebagai suatu penyataan adikodrati dari Roh Kudus. Bahasa roh itu boleh jadi suatu bahasa yang ada di bumi (Kisah Para Rasul 2:4-6) atau suatu bahasa yang tidak dikenal di bumi (1 Korintus 13:1; 14:1-40). Bahasa semacam itu tidak pernah dipelajari dan sering kali tidak dapat dipahami baik oleh pembicara (1 Korintus 14:14) maupun oleh para pendengar (1 Korintus 14:16).
Agar dapat menilai apakah bahasa roh itu sejati, yaitu sungguh-sungguh dari Roh Kudus, harus ditemukan apa yang diajarkan Alkitab. Apabila seseorang yang mengatakan bahwa ia berbicara dalam bahasa roh tetapi tidak mengabdikan diri kepada Yesus Kristus dan kekuasaan Alkitab, dan tidak berusaha menaati firman Allah, maka penyataan orang itu tidaklah dari Roh Kudus.
9. Karunia untuk menafsirkan bahasa roh
Yunani 'HERMENEIA', dari 'HERMENEUO', "menjelaskan dengan kata-kata", "menerjemahkan apa yang dikatakan atau yang ditulis dalam bahasa asing ke dalam bahasa sendiri yang dimengerti". Kata 'HERMENEUO' sendiri berasal dari kata 'HERMES', "dewa bahasa" bangsa Yunani.
Karunia ini merupakan kemampuan yang diberikan oleh Roh untuk mengerti dan menyampaikan makna suatu ucapan yang diucapkan dalam bahasa roh. Ketika bahasa roh ini ditafsirkan bagi jemaat, maka fungsinya adalah sebagai petunjuk untuk penyembahan dan doa ataupun sebagai nubuat. Perhimpunan orang percaya kemudian dapat ikut serta
dalam penyataan yang diilhamkan oleh Roh ini. Demikianlah, bahasa roh yang ditafsirkan dapat menjadi suatu sarana membangun jemaat sementara segenap perhimpunan itu menanggapi ucapan tersebut (1 Korintus 14:6,13). Karunia ini bisa diberikan kepada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh atau kepada seorang lain. Mereka yang berkata-kata dengan bahasa roh harus berdoa juga untuk memperoleh karunia menafsirkan bahasa roh (1 Korintus 14:13).
Tuhan memberikan karunia-karuniaNya untuk kita bisa melayani dengan efektif. 9 karunia-karunia Roh yang Tuhan berikan kepada orang percaya bukanlah untuk dipamerkan, melainkan untuk menjadi saluran berkat dan nama Tuhan dipermuliakan.
Alandhita,
Kita dilahirkan untuk menjadi pemenang
Siapkah di antara kita yang tidak pernah mengalami yang
namanya kekalahan. Setiap dari kita pasti pernah mengalami yang namanya
kekalahan. Tapi saya ingin mengingatkan kita semua bahwa kita dilahirkan untuk
menjadi pemenang.
Mungkin sebagian dari kita berkata atau mungkin bertanya
kepada diri sendiri. Apakah mungkin kita dilahirkan untuk menjadi pemenang
? Apakah mungkin saya dilahirkan untuk
menjadi orang yang selalu sukses dan berhasil ? Ya !! anda memang dilahirkan
untuk menjadi seorang pemenang !! dan anda juga dilahirkan untuk menjadi orang
yang sukses dan berhasi dalam segala hal.
Saya tidak tergerak dengan apa yang saya rasakan atau saya
alami. Saya hanya tergerak dan percaya dengan apa yang Firman Tuhan katakana :
saya pemenang, saya bisa, dan saya berhasil. Saya percaya Yesus mati diatas
kayu salib untuk menanggung setiap kekalahan kita. Dia mati bukan hanya untuk
menanggung dosa, sakit penyakit, kutuk kemiskinan saja. Dia mati untuk
menanggung segala kelemahan dan kekalahan kita. Jadi kalau Ia yang sudah
menanggung semuanya, kenapa saya harus kuatir tentang masa depan dan kehidupan
saya ?
Banyak orang hidup
dalam kelemahan-kelemahan mereka. Mereka berusaha untuk menjadi lebih baik
dalam kehidupan mereka tetapi mereka gagal untuk menghadapi semuanya itu.
Mereka mencoba berubah dengan kekuatan dan kemampuan mereka sendiri tanpa
mereka berharap dan menaruh pengharapan pada Anugerah Tuhan. Firman Tuhan
mengatakan “ Ia yang tidak mengenal dosa telah di buatNya menjadi dosa kerena
kita” Yesus yang tidak pernah mengenal dosa dan tidak pernah berbuat dosa di
atas kayu salib karena kita supaya kita dibenarkan dihadapan Allah. kita
diperkenankan dihadapanNya. Kita bukanlah lagi orang yang terhukum, kita
bukannlah lagi orang yang gagal, kita bukanlah lagi orang yang kalah, kita
adalah umat pemenang.
Dalam kehidupan kekristenan kita sering melihat orang jatuh
bangun di dalam dosa. Mereka mencoba untuk keluar tetapi mereka tidak bisa
untuk melakukan semuanya itu. Maka dari itu, Tuhan yang tahu bahwa kita tidak
bisa melakukan, Ia rela menjadi korban untuk kita supaya kita diperkenankan dan
kita menjadi umat pemenang.
Bagaimana kita bisa menjadi umat pemenang ?
1.
Kita harus sadar dan menerima dengan Iman apa
yang sudah Yesus lakukan di atas kayu salib.
2.
Kita harus memiliki mentalitas seorang pemenang
bukan pecundang.
3.
Berhenti melihat kebelakang dan milikilah
visinya Allah.
Stop katakan kekalahan di dalam kehidupan kita. kita harus
bangkit dan maju bersama dengan Tuhan. Sebab Dia akan memberikan kemenangan
demi kemenangan. Terima semuanya ini dengan iman kita dalam Kristus Yesus.
Senin, 12 November 2012
Pengurapan
Pada suatu hari saat doa pagi, di Rhema, pada waktu kami sedang menyembah Tuhan, tiba-tiba saya melihat dalam roh saya ada sebuah botol yang dituangkan atas kami semua. Dan dari botol ini minyak keluar ! Minyak itu mengalir, mengalir dan terus mengalir. Saya melihat setiap kami ini dibasahi dengan minyak, Haleluya ! Saya percaya pada hari-hari ini Tuhan sedang melakukan suatu pencurahan.
Zaman ini adalah zaman pencurahan. Era ini adalah era pencurahna. Saat ini adalah saat pencurahan di mana minya yang segar, minyak yang baru dari surga dicurahkan atas kehidupan kita semua.
Kita semua bukan hanya orang-orang Firman, kita semuanya adalah orang-orang Roh Kudus.
2 Samuel 12:17
"Kemudia berkatalah Natan kepada Daud : Engkaulah orang itu ! Beginilah Firman Tuhan, Allah Israel : Akulah yang mengurapi engkau menjadi raja atas Israel dan Akulah yang melepaskan engkau dari tangan Saul."
Kata mengurapi disini dalam bahasa Ibrani adalah kata "Mashah" Kata Mashah ini menggambarkan "Penuangan Minyak" dari sebuah buli-buli ke atas kepala seseorang. Disini Tuhan dengan jelas mengatakan bahwa Dialah sendiri yang menuangkan minyak atas Daud, meskipun agen yang Dia pakai untuk menuangkan buli-buli itu berisi minyak atas Daud adalah Samuel. Jadi siapa sebenarnya yang mengurapi Daud ? Allahlah yang mengurapi hambaNya sendiri. Allah yang kita sembah adalah Allah yang mengurapi. Pengurapan pernah datang dari manusia manapun. Pengurapan besumber dari Allah dan hanya terjadi berdasarkan inisiatif Ilahi.
Kisah 10:38
"Yaitu tentang Yesus dari Nazaret : bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai iblis, sebab Allah menyertai Dia."
Perhatikan di sini bahwa Allah sendiri yang mengurapi Yesus dengan Roh Kudus dan kuat kuasa. Kata "Mengurapi" disini adalah kata "Crio". Kata ini adalah kata yang sangat beitu unik.
Kalau dalam Perjanjian Lamakata "Mashah"itu artinya saya mengambil buli-buli dan saya menuangkan isi buli-buli itu atas kepala seseorang, tapi kata "Chrio" di kisah 10:38, itu mengandung arti menjamah, mengolesi atau menggosok seseorang dengan minyak atau parfum.
Jadi dalam pengertian Perjanjian Baru, orang yang diurapi adalh orang yang telah dijamah oleh tangan Allah sendiri. Tangan Allah kita penuh dengan minyak dan Dia rindu menjamah kehidupan kita dengan minyak yang kudus itu.
Sentuhan Ilahi
Jadi pengurapan itu sebenarnya adalah sentuhan Ilahi. Kalau kita adalah orang-orang yang sudah disentuh oleh tangan Ilahi. Kita sudah dijamah oleh tangan Sang Pencipta ! Bukan tangan manusia yang menjamah saudara tapi tangan Ilahi yang menjamah, yang menyentuh saudara. Pengurapan adalah jamahan Allah, sentuhan Ilahi dalam kehidupan kita.
Dari membaca dua ayat tadi 2 Samuel dan Kisah 10, kita bisa menenmukan bahwa kalau pengurapan itu turun atas kehidupan kita, maka akhirnya kita akan melakukan sesuatu buat Tuhan. Kalau kita benar-benar tersentuh dengans sentuhan ilahi, maka ada sesuatu yang terjadi di dalam kehidupan kita, kita tidak mungkin berdiam diri, biasa-biasa saja seperti yang dulu. Kita tidak akan mengalami stagnasi setelah mengalami sentuhan Ilahi, tidak mungkin ! oh , kenapa tidak mungkin ? Kalau saudara kontak dengan sentuhan Ilhani, maka ada sesuatu yang berubah dalam kehidupan saudara.
Kalau pengurapan itu turun atas seseorang, menjadi bagian dari kehidupan orang itu, maka suatu transformasi terjadi. Apa yang terjadi ? kita lihat tadi, kerena pengurapan atas Daud, Daud dimampukan menjadi raja. Karena pengurapan yang turun atas Yesus, Yesus dimampukan untuk menyembuhkan semua orang yang dikuasai iblis. Jadi, saudara, pengurapan itu menjadikan kita sesuatu, memampukan kita melakukan sesuatu di luar batas sumber daya, kepintaran, pengetahuan, skills, pengalaman dan kekuatan kita.
Siapa yang diantara kita yang merasa bahwa kita adalah orang yang biasa ? Ya, secara manusia kita semua adalah manusia biasa, apakah kita mengakuinya atau tidak. Kita semua terbuat dari darah dan daging, penuh dengan keterbatasan dan kelemahan.
Tetapi kita yang adalah manusia biasa mengalami perkara-perkara yang luar biasa, kalau perngurapan itu telah menjadi bagian di dalam kehidupan kita.
Jadi pengurapan yang Tuhan berikan kepada kita mendobrak keterbatasa kita sebagai manusia biasa. PengurapanNya yang bekerja dalam kita menembus keterbatasan kita sebagai manusia. Apa yang dulunya tidak bisa kita lakukan, sekarang kita bisa melakukannya dengan baik, dengan efektif. Ini terjadi bukannya kitanya tapi ada minyak yang kudus, yang Tuhan tuangkan atas kehidupan kita. Ini terjadi karena kita telah mengalami jamahan, sentuhan Ilahi.
Maka dari itu, kalau kita bertemu dengan Allah dan dijamah oleh Allah sendiri, kita tidak akan seperti yang dulu lagi, kita akan menjadi orang yang berbeda, kita akan dimampukan menjadi sesuatu dan melakukan sesuatu di luar batas kemanusiaan kita. Itulah pengurapan.
Kita anak-anak Allah adalah orang-orang yang diurapiNya. Kita tetap adalah orang-orang yang biasa, tapi yang disentuh oleh sentuhan Ilahi.
By Rev Andrew Tanoko. Founder Rhema Bible Training Center Indonesia
Zaman ini adalah zaman pencurahan. Era ini adalah era pencurahna. Saat ini adalah saat pencurahan di mana minya yang segar, minyak yang baru dari surga dicurahkan atas kehidupan kita semua.
Kita semua bukan hanya orang-orang Firman, kita semuanya adalah orang-orang Roh Kudus.
2 Samuel 12:17
"Kemudia berkatalah Natan kepada Daud : Engkaulah orang itu ! Beginilah Firman Tuhan, Allah Israel : Akulah yang mengurapi engkau menjadi raja atas Israel dan Akulah yang melepaskan engkau dari tangan Saul."
Kata mengurapi disini dalam bahasa Ibrani adalah kata "Mashah" Kata Mashah ini menggambarkan "Penuangan Minyak" dari sebuah buli-buli ke atas kepala seseorang. Disini Tuhan dengan jelas mengatakan bahwa Dialah sendiri yang menuangkan minyak atas Daud, meskipun agen yang Dia pakai untuk menuangkan buli-buli itu berisi minyak atas Daud adalah Samuel. Jadi siapa sebenarnya yang mengurapi Daud ? Allahlah yang mengurapi hambaNya sendiri. Allah yang kita sembah adalah Allah yang mengurapi. Pengurapan pernah datang dari manusia manapun. Pengurapan besumber dari Allah dan hanya terjadi berdasarkan inisiatif Ilahi.
Kisah 10:38
"Yaitu tentang Yesus dari Nazaret : bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai iblis, sebab Allah menyertai Dia."
Perhatikan di sini bahwa Allah sendiri yang mengurapi Yesus dengan Roh Kudus dan kuat kuasa. Kata "Mengurapi" disini adalah kata "Crio". Kata ini adalah kata yang sangat beitu unik.
Kalau dalam Perjanjian Lamakata "Mashah"itu artinya saya mengambil buli-buli dan saya menuangkan isi buli-buli itu atas kepala seseorang, tapi kata "Chrio" di kisah 10:38, itu mengandung arti menjamah, mengolesi atau menggosok seseorang dengan minyak atau parfum.
Jadi dalam pengertian Perjanjian Baru, orang yang diurapi adalh orang yang telah dijamah oleh tangan Allah sendiri. Tangan Allah kita penuh dengan minyak dan Dia rindu menjamah kehidupan kita dengan minyak yang kudus itu.
Sentuhan Ilahi
Jadi pengurapan itu sebenarnya adalah sentuhan Ilahi. Kalau kita adalah orang-orang yang sudah disentuh oleh tangan Ilahi. Kita sudah dijamah oleh tangan Sang Pencipta ! Bukan tangan manusia yang menjamah saudara tapi tangan Ilahi yang menjamah, yang menyentuh saudara. Pengurapan adalah jamahan Allah, sentuhan Ilahi dalam kehidupan kita.
Dari membaca dua ayat tadi 2 Samuel dan Kisah 10, kita bisa menenmukan bahwa kalau pengurapan itu turun atas kehidupan kita, maka akhirnya kita akan melakukan sesuatu buat Tuhan. Kalau kita benar-benar tersentuh dengans sentuhan ilahi, maka ada sesuatu yang terjadi di dalam kehidupan kita, kita tidak mungkin berdiam diri, biasa-biasa saja seperti yang dulu. Kita tidak akan mengalami stagnasi setelah mengalami sentuhan Ilahi, tidak mungkin ! oh , kenapa tidak mungkin ? Kalau saudara kontak dengan sentuhan Ilhani, maka ada sesuatu yang berubah dalam kehidupan saudara.
Kalau pengurapan itu turun atas seseorang, menjadi bagian dari kehidupan orang itu, maka suatu transformasi terjadi. Apa yang terjadi ? kita lihat tadi, kerena pengurapan atas Daud, Daud dimampukan menjadi raja. Karena pengurapan yang turun atas Yesus, Yesus dimampukan untuk menyembuhkan semua orang yang dikuasai iblis. Jadi, saudara, pengurapan itu menjadikan kita sesuatu, memampukan kita melakukan sesuatu di luar batas sumber daya, kepintaran, pengetahuan, skills, pengalaman dan kekuatan kita.
Siapa yang diantara kita yang merasa bahwa kita adalah orang yang biasa ? Ya, secara manusia kita semua adalah manusia biasa, apakah kita mengakuinya atau tidak. Kita semua terbuat dari darah dan daging, penuh dengan keterbatasan dan kelemahan.
Tetapi kita yang adalah manusia biasa mengalami perkara-perkara yang luar biasa, kalau perngurapan itu telah menjadi bagian di dalam kehidupan kita.
Jadi pengurapan yang Tuhan berikan kepada kita mendobrak keterbatasa kita sebagai manusia biasa. PengurapanNya yang bekerja dalam kita menembus keterbatasan kita sebagai manusia. Apa yang dulunya tidak bisa kita lakukan, sekarang kita bisa melakukannya dengan baik, dengan efektif. Ini terjadi bukannya kitanya tapi ada minyak yang kudus, yang Tuhan tuangkan atas kehidupan kita. Ini terjadi karena kita telah mengalami jamahan, sentuhan Ilahi.
Maka dari itu, kalau kita bertemu dengan Allah dan dijamah oleh Allah sendiri, kita tidak akan seperti yang dulu lagi, kita akan menjadi orang yang berbeda, kita akan dimampukan menjadi sesuatu dan melakukan sesuatu di luar batas kemanusiaan kita. Itulah pengurapan.
Kita anak-anak Allah adalah orang-orang yang diurapiNya. Kita tetap adalah orang-orang yang biasa, tapi yang disentuh oleh sentuhan Ilahi.
By Rev Andrew Tanoko. Founder Rhema Bible Training Center Indonesia
Jumat, 28 September 2012
Seminar John E Ollis
Rev. John Ollis adalah founder (pendiri) dari Mentoring Missions International. Selama 22 tahun Rev. John Ollis menggembalakan beberapa gereja di berbagai negara, dan pada tahun 1987 mulai terlibat dalam sekolah alkitab.
Selama lebih dari 30 tahun Rev. John Ollis telah melayani secara rutin untuk daerah Asia Tenggara. Bertahun-tahun lalu Rev. John Ollis memiliki pengalaman di Hyderabad, India yang secara radikal mengubah hidupnya, yang memberinya beban berat serta visi untuk Asia Tenggara.
Pada bulan September 2005, Rev. John Ollis mengakhiri pelayanan full time di Hillsong Leadership College Australia, sebagai salah satu Dekan dan memulai perjalanan panjang untuk Wilayah Asia Tenggara.
Sabtu, 22 September 2012
Jumat, 21 September 2012
Unity In Christ
Unity
1 Korintus 12:12-27
Seekor belalang yang melompat di sebuah ladang tidak akan membuat petani menjadi kuatir.
Tetapi apa bila ia datang bersama dengan segerombolan belalang yang lain, maka
dalam waktu yang singkat ladang yang ditanami pohon-pohonan itupun akan menjadi
habis. Satu ekor belalang tidak akan mengkuatirkan tetai jikalau belalang itu datang bersama dengan
kelompoknya yang besar maka itu akan menjadi masalah bagi para petani.
Begitupun juga dengan Gereja Tuhan, keluarga Kristen,
orang-orang percaya yang ada. Kita harus memiliki kesatuan. Sebab ketika kita
bersatu maka sesuatu yang besar akan terjadi di dalam kehidupan kita.
A. Hal-hal yang menimbulkan perpecahan di dalam
suatu Tim
Ø Seseorang
ingin tampil sendiri
Jangan menganggap diri kita mampu dan bisa
untuk melakukan segala sesuatunya sendiri. Kita butuh kerja sama tim. Butuh
dukungan tim untuk segalanya berjalan dengan baik dan maksimal. Contoh ketika Musa
mengangkat para hakim-hakim 1000, 100,50
dan 10 (Kel 18: 13-22)
Ø
Kurangnya
saling menghargai satu dengan yang lain
Ketika kita tidak bisa menghargai orang
lain maka kita sedang membuka celah untuk kehancuran tim itu datang.
Ø
Tidak
bisa menerima perbedaaan
Kita selalu berpikir hanya pendapat dan
saran kitalah yang tepat dan pantas untuk dilaksanakan. Di dalam suatu tim
adalah wajar jikalau kita menemukan perbedaan. Tetapi jadikan perbedaan itu
menjadi indah ketika kita memiliki kesatuan hati. Orang yang tidak bisa
menerima pendapat orang lain adalah orang yang yang tidak berpengalaman dalam
mengatur team. Dan orang yang tidak berpengalaman akan dibinasakan oleh
kelalaiannya Amsal 1:32
Ø
Tidak
memiliki satu tujuan atau visi
Tidak memiliki kesatuan di dalam visi
disebabkan keegoisan pribadi menguasai
tim tersebut. Kita mementingkan diri kita sendir tanpa kita mementingkan
kepertingan orang lain. “Jikalau kita ingin di hormati orang lain, hormatilah
dahulu mereka” contoh :
Semua Hal-hal ini harus dihindari jikalau kita ingin melihat
transformasi terjadi di dalam Gereja kita, keluarga kita, bisnis kita, usaha
kita, study kita, pekerjaan kita dan lain-lain.
Orang yang selalu
berjalan sendiri adalah orang yang tidak siap menerima kemenangan demi
kemenangan dan keberhasilan demi keberhasilan.
B . Mengapa kita
harus bersatu
Ø
Ada kuasa
dalam kesatuan contoj kej 11:1-9 dan Kis 4:32
Jikalau batang lidi yang ada ditangan makan
kita akan dengan mudah untuk mematahkannya dengan tangan kosong. Tetapi ketika
ada 1000 batang lidi yang ada ditangan kita, maka kita tidak akan bisa untuk
mematahkannya dengan tangan kosong
Ø
Yesus
sendiri yang menginginkan kita bersatu Yoh 17:20
Kesatuan adalah salah satu karakteristik
Allah kita. Bapa, Putera, dan Roh Kudus.
Ø
Banyak
orang-orang yang membutuhkan kita untuk bersatu Rom 10:14-15
Sementara Gereja-gereja Tuhan saling
menjatuhkan satu dengan yang lain, banyak orang-orang yang menantikan
pertolongan kita.
C . Bagaimana kita
dapat memiliki kesatuan
Ø
Kita harus
memiliki visi yang sama
-
Keluarga harus mempunyai visi yang jelas
-
Pelayanan harus memiliki visi yang jelas
-
Pekerjaan harus memiliki visi yang jelas
-
Kehidupan harus memiliki visi yang jelas
“tanpa ada kesamaan visi, maka apa
yang kita lakukan adalah sia-sia. Visi bagaikan jantung di dalam kehidupan
kita.
Ø
Kita
harus mengetahui kalau kita ini diciptakan unik adanya 1 kor 12
Tuhan menciptakan manusia itu unik adanya,
perbedaan suku, bangsa , status, dan bahasa ini
adalah sesuatu yang istimewa di dalam tim yang ada. Perbedaan adalah
indah jikalau kita memiliki kesatuan
Ø
Kita
harus bisa menerima satu dengan yang lain
Butuh kerendahan hati untuk bisa menerima
satu dengan yang lain. Tanpa kerendahan hati maka kita sulit untuk menerima
satu dengan yang lain.
Ø
Kita
harus mau berjalan bersama bukan one man show
Kesuksesan segala sesuatu ditentukan dari
kerjasama tim (Team work)
Keluarga tidak akan bisa berjalan dengan baik
jikalau tidak bisa bekerja sama satu dengna yang lain. Pelayanan tidak bisa
berjalan dengan efektif jikalau tim yang ada saling menjatuhkan satu dengan
yang lain. Kesatuan hati diuji dengan waktu yang ada dan keberhasilan yang kita peroleh.
Kesimpulan :
Kesatuan akan membawa kita kepada suatu terobosan di dalam
pelayanan, keluarga, bisinis, usaha, dan
lain-lain. Iblis sangat tidak suka dengan yang namanya unity atau kesatuan
sebab di dalam kesatuan ada kuasa yang besar. Kesatuan adalah keputusan apakah
kita mau bersatu atau tidak. Orang yang tidak memiliki kesatuan adalah orang
yang takut menerima kemenangan.
Langganan:
Postingan (Atom)
