Senin, 17 September 2012

Karakter + Karunia dan kuasa Roh Kudus = Riveval for Nation

Saya sering mendengar dari beberapa hamba-hamba Tuhan bahwa hanya karakterlah yang dapat mengubahkan dunia. Dan di satu sisi lain ada juga hamba-hamba Tuhan yang berkata bahwa kuasalah yang harus bekerja di dalam Gereja saat ini. Dan setelah saya melihat dan mempelajari akan apa sudah Tuhan lakukan di dalam pelayanan saya, saya menilai bahwa Gereja Tuhan sangat membutuhkan Kuasa dan Karakter Kristus. Ini tidak bisa dipisahkan !! Kuasa dan karakter berjalan bersama-sama sebab Roh Kuduslah yang memiliki semuanya itu. Tuhan memberikan Karunia-karunia Roh kepada Gereja ( 1kor 12 :7-11 ) dan bukan hanya itu Ia juga memberikan sifat karakter Ilahi kepada kita ( Galatia 5:22-23 ) jadi kedua hal ini adalah penting. Gereja sangat membutuhkan kuasa Tuhan untuk menjadi saksi akan kekuasaan Allah kita, dan Gereja juga sangat membutuhkan Karakter sebagai pondasi dari segalanya.

Di dalam Kitab Kisah para Rasul kita bisa melihat bagaimana kuasa yang menyertai pelayanan para Rasul-rasul yang. Sebagai Contoh di dalam Kisah 5:12-16 kita bisa melihat bagaimana orang-orang sakit disembuhkan melalui pelayanan Rasul-rasul. Dan Alkitab catat orang-orang meletakan orang sakit dan orang yang lumpuh di pinggir jalan, dan ketika Petrus lewat dan bayangannya mengenai orang sakit itu maka orang sakit itu disembuhkan. Dan bukan hanya orang-orang yang sakit saja yang mendapat lawatan Tuhan, bahkan orang-orang yang terikat oleh kuasa kegelapanpun mereka mengalami kelapasan. Jadi kita bisa melihat bahwa Gereja sangat membutuhkan kuasa Tuhan untuk menjadi saksi "Tetapi kamu akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun ke atas kamu dan kamu akan menjadi saksiKu Kis 1:8" 

Disatu sisi lain Gereja juga sangat membutuhkan yang namaNya buah Roh : Kasih, sukacita, Damai sejahtera, Kesabaran, Kemurahan, Kebaikan, Kesetiaan, Kelemah lembutan, dan Penguasaan diri. kesembilan buah Roh inilah yang menjadi topangan bagi Gereja di dalam pelayananNya. Di dalam 2 Kor 3:1-3 mengatakan kalau kita ini adalah suratan Kristus yang terbuka. Semua orang bisa melihat kita dan bisa membaca suratan itu. Kita ini hidup seperti di dalam aquarium, semua bisa melihat apa yang kita lakukan dan kerjakan. Jikalau kita mengeluarkan kata-kata yang negatif, maka kita akan menjadi batu sandungan buat orang lain untuk datang kepada Yesus. Maka dari itu kita harus menjadi garam dan terang dunia. Orang akan datang dan menikmati kasih Yesus melalui kehidupan setiap orang percaya. 

Lebih dari 3 milyar penduduk yang ada di dalam dunia ini. Dan mereka sangat membutuhkan Kasih Yesus di dalam kehidupan mereka. Dan sudah saatnya Gereja-gereja Tuhan menjadi saksi bagi mereka. Gereja berjalan dengan Kuasa dan Karunia Roh Kudus dan Gereja juga harus memiliki Karater Kristus sebagai pondasi di dalam pelayanan. Bersiaplah untuk melihat riveval di dalam bangsamu ... God Bless You all

Siapa yang ada bersama dengan kita ?

" Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu : Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama Tuhan semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kau tantang itu 1 Sam 17:45 "

Daud adalah anak yang paling bungsu dari Isai. Ia selalu menggembalakan beberapa kambing domba dengan setia. Pada suatu hari ayahnya Isai menyuruh Ia untuk membawakan bekal roti kepada kakak-kakaknya yang menjadi tentara dari Israel. Dan ketika Ia tiba di medan pertempuran, ia mendengar kalau Goliat orang Filistin itu mengejek orang-orang Israel. Karena perawakannya yang besar orang-orang Israelpun tidak ada yang berani menghadapi Goliat Tetapi Daud yang mendengar kata-kata dari Goliat itu menjadi geram karena ia mengejek barisan Allah yang hidup. Daud maju dan mengahadapi Goliat hanya dengan umban dan batu. Ia yakin Allah yang ia sembah, Allah yang telah menyelamatkannya dari cakar beruang dan singa sanggup mengalahkan Goliat. Dan akhir dari kisah yang Alkitab catat Daud mampu mengalahkan Goliat dengan pertolongan Tuhan.

Di dalam kehidupan kita, sering sekali kita menghadapi Goliat-goliat rohani. Masalah dalam keluarga, masalah dalam pekerjaan, masalah dalam pelayanan, masalah dalam study dll. Terkadang ketika masalah itu datang kepada  kita, kita menjadi takut dan gentar akan gertakan suaranya. Kita mejadi depresi dan kehilangan fokus kita di dalam Tuhan. Semuanya itu kita bisa kalahkan ketika kita mengerti siapakah yang ada disamping kita. Dan apakah yang bisa Ia lakukan di dalam kesulitan-kesulitan yang kita alami. Daud dapat mengalami kemenanangan sebab ia tahu kalau Allah yang ia sembah adalah Allah yang perkasa, Allah yang menciptakan langit dan bumi.

Apapun pergumulan kamu saat ini, yakinlah bahwa Tuhan yang kamu sembah di dalam Kristus Yesus adalah Allah yang hidup dan Allah yang sanggup memberikan kemenangan. Datang kepadaNya dengan hati yang berserah maka Ia akan bertindak di dalam kehidupanmu. Tuhan selalu ada bersama dengan engkau. Gbu :)

Rabu, 12 September 2012

BELAJAR DARI KESALAHAN

1 Korintus 10:1-12

Seorang pemuda bertemu dengan temannya yang menurutnya sangat baik dan dapat dipercaya. Sebagai teman, orang tersebut dengan senang hati mengajarinya kiat-kiat usaha dan selalu memberinya masukan-masukan yang positif . Ketika si pemuda menuturkan keinginannya untuk berusaha, orang itu segera menawarkan kerjasama : ia yang akan menjalankan sementara si pemuda cukup menggalang ivestasi itu.Dengan gembira pemuda itu mulai membujuk teman-temannya untuk bergabung. Awalanya, investasi itu berjalan dengan lancar dan setiap investor mendapatlan bagian keuntungan, namun ketika nilai investasi bertambah besar , tiba-tiba teman yang baik hati itu menghilang jejak, meninggalkan si pemuda yang malang gdengan setumpuk hutang dan serangkaian caci maki dari rekan-rekan yang merasa tertipu. "Nasi telah menjadi bubur"

kejadian diatas sudah cukup sering terjadi dalam masyarakat kita tapi anehnya selalu terulang kembali dalam versi berbeda. Mengapa hal ini dapat terjadi ? Pertama, mungkin karena kita terlalu naif untuk mepercayakan sesuatu kepada seseorang tanpa berusaha lebih dahulu melakukan investasi dan berpikir logis. Kedua, karena kita tidak mau belajar. Belajar dapat dilakukan kapan saja dan dengan berbagai cara, dan pengalaman, entah baik atau buruk adalah salah satu sarana yang baik untuk kita dapat belajar. Menolak untuk belajar dari pengalaman, berarti kita berada dalam posisi rentan untuk menjadi pengulangan sejarah.

Ketika membaca Alkitab, kita dapat menemukan berbagai kisah manusia. Alkitab adalah buku yang palig jujur yang pernah ditulis, sehingga bagi beberapa orang yang tidak memahaminya, Alkitab terlihat vulgar karena ada beberapa bagian ia menuturkan sisi manusia yang paling kelam tanpa ditutup-tutupi. Namun, Alkitab adalah "tempat" yang paling tepat untuk belajar tentang kesalahan mamusia terhadap Allah dan sesamanya. Membaca Alkitab, seharusnya tidak hanya untuk mencari ayat-ayat yang menyemangati tetapi juga untuk belajar dari kesalahan yang pernah dibuat manusia lain di masa lalu, sehingga kita dapat mencegah diri sendiri dari melakukan hal yang sama.

"Menolak belajar dari pengalaman orang lain, kita bisa saja jadi korban pengulangan sejarah"

KESALAHAN SAAT MELAKUKAN KESALAHAN


Semua orang pernah melakukan kealahan. Tapi, tidak semua orang dapat menolah kesalahan itu menjadi sesuatu yang justru positif. Ini yang disebut kesalahan ketika melakukan kesalahan. Apa saja semuanya itu ?

v  Tidak mengakui kesalahan
Hanya diri anda yang tahu bahwa anda melakukan kesalahan. Dan anda justru jadikan itu kesempatan menyembunyikan dan tidak mengakuinya. Padahal, sering terjadi ketika lalu atasan atau rekan mengetahui kesalahan tersebut dan juga bahwa anda tidak mau mengakui, maka bisa jadi semua sudah terlambat. Masalah bisa jadi sudah membersar dan anda dianggap sebagai orang yang tidak jujur.
v  Mengakui diwaktu , tempat dan orang yang salah
Mengakui kesalahan itu harus, tapi harus tahu situasi. Karena itu , saat ingin mengaku bersalah, tanpa bermaksud menutup-nutupi, kita harus tahu waktu, tempat, situasi, dan siapa yang memang berkepentingan untuk diberi tahu perihal kesalahan kita.
v  Mengakui tanpa ada solusi
Sebelum datang kepada atasan dan mengakui kesalahan, ada baiknya siapakan rencana, pikiran, pendapat, atau ide yang bisa mengatasi masalah akibat kesalahan anda tersebut. Meskipun ide tersebut tidak dipakai, paling tidak itu lebih baik dari pada hanya datang dengan modal “maa saja”
v  Tidak meminta maaf
Hanya mengakui kesalahan tanpa benar-benar mengucapkan maaf adalah hal yang kurang menunjukan rasa penyesalan anda. Orang lain perlu melihat bahwa anda sebenarnya juga tidak ingin kesalahan itu terjadi
v  Menyerah Melakukan kesalahan memang menyakitkan, tapi menyerah karena salah adalah lebih buruk lagi. Kesalahan seharusnya menjadi batu pijakan untuk maju untuk belajar menemukan cara yang lebih baik dalam melakukan sesuatu. Jangan sampai hanya karena salah melakukan langkah dalam usaha dan lain sebagainya, lalu anda kapok dan tidak mau lagi memulainya.
v  Defensif
Membela diri ada kalanya memang perlu dilakukan jika kita memang tidak bersalah namun, sikap defensif ini lebih dari sekedar membela diri. Maka dari itu sebagai orang yang mau memperbaiki gambar diri kita, kita tidak usah membela diri untuk kita dipandang baik oleh orang lain. Pembelaan datangnya hanya dari Tuhan.
v  Melemparkan kesalahan kepada orang lain
Ini yang sering dilakukan oleh orang yang melakukan kesalahan. Mereka tidak mau hanya mereka yang disalahkan, mereka ingin orang lain juga menanggung akibat yang ia lakukan. Janganlah kita lempar batu sembunyi tangan.